Budaya Potong Jari, Tradisi Beberapa Suku di Papua

Pulau Papua adalah salah satu pulau di timur Indonesia yang memiliki keragaman suku dan kalian tahu tidak, terdapat 200 lebih suku pribumi yang tersebar di seluruh daratan rendah dan tinggi bumi cenderawasih ini, setiap suku sesuai dengan letak wilayahnya masing-masing memiliki keunikan budaya sendiri-sendiri.
Satu dari banyak budaya yang tidak semua orang ketahui adalah tradisi potong jari, mungkin anda bingung kenapa masyarakat disana kok punya budaya seperti ini.
Tradisi potong jari merupakan salah satu tradisi yang biasa di lakukan oleh beberapa suku yang mendiami dataran tinggi Papua, budaya potong jari ini di lakukan atas kesadaran dan permintaan orang yang mau di motong jarinya itu jadi tidak atas paksaan orang lain untuk mengespresikan keadaan hatinya.
Alasan Jari di Potong
Suku-Suku yang Mengakut Budaya ini
Tradisi potong jari ini walaupun kini jarang di lakukan lagi namun kita dapat menemukan para orangtua yang jarinya telah di potong ketika bertemu dengan suku-suku di pedalaman yang lalunya menganut tradisi ini.
Adapun suku-suku yang paling terkenal dengan melakukan tradisi ini di Papua adalah suku Mee dan suku Dani.
Suku Mee adalah salah satu suku yang berada di pegunungan Papua bagian selatan, sekitaran daerah danau paniai, danai tigi, danau tage dan lembah kamuu.
Suku Dani berada di pegunungan tengah Papua, sekitaran lembah baliem. biasanya mereka menyebut tradisi potong jari ini "iki palek".
Alat yang digunakan untuk Memotong Jari
walaupun adanya perbedaan bahasa serta wilaya diantara beberapa suku yang biasanya melakukan tradisi ini namun memiliki persamaan dalam berbagai budaya. salah satunya mereka memiliki bahan yang sama untuk memotong jari tangan mereka.
Alat yang di gunakan untuk memotong jari pada umumnya adalah kapak atau pisau tradisional, ketika memotong jari biasanya mengikat jari dengan seutas tali kemudian membungkus walaupun sangat sakit mereka bertahan untuk menunjukan kepedihan yang amat dalam atas kehilangan orang yang paling di sayangi.
Selain itu juga mereka mengunakan gigi mereka untuk memotong, mereka akan gigit hingga jarinya terpotong dan itu adalah ciri untuk menyatakan duka dan kesedihan dari lubuk hati mereka atas meninggalnya orang yang paling di sayangi.
Kini budaya itu sudah tidak ada lagi dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, namun anda masih dapat menemukan orang yang jarinya telah di potong di pedalaman Papua.