Mengenal 6 Keunikan Pegunungan Jayawijaya, Gunung Tertinggi di Indonesia
Mengenal 6 Keunikan Pegunungan Jayawijaya, Gunung Tertinggi di Indonesia – Pecinta gunung pasti tidak asing dengan Gunung Jayawijaya. Gunung ini tidak terkenal hanya di kalangan pendaki saja, masyarakat awam sekalipun kenal dengan nama gunung yang memiliki ketinggian 4.884 meter dari permukaan laut ini. Besarnya pegunungan ini membentang dari Provinsi Papua hingga Papua Nugini. Ternyata, gunung ini memiliki beberapa keunikan.
Gunung Tertinggi di Indonesia
![]() |
Keunikan Pegunungan Jayawijaya, gunung tertinggi di Indonesia |
Jika Anda memperhatikan pelajaran geografi ketika sekolah dengan baik, tentunya Anda tahu bahwa Pegunungan Jayawiajaya merupakan gunung tertinggi di Indonesia. Dengan ketinggiannya yang hampir mendekati 5000 mdpl, pegunungan ini memiliki 5 puncak dengan ketinggian yang berbeda. Sayangnya, untuk menaklukan puncak ini bukanlah perkara yang mudah.
Satu-satunya Pegunungan di Indonesi yang Bersalju
Keunikan
pegunungan Jayawijaya yang kedua adalah salju di puncak gunung.
Di wilayah tropis seperti Indonesia tentunya hal yang luar biasa bisa menemukan
salju karena Negara tropis tidak mengenal musim salju. Namun kemustahilan itu terwujud
dalam bentuk sebuah gunung yang berada di Papua. Jan Cartenz, yang pertama menyebut
bahwa ada salju di daerahtropis, bahkan di anggap gila oleh rekannya.
Kebenaran
mengenai perkataan Cartenz terbukti setelah 300 tahun berlalu. Tidak heran akhirnya
salah satu puncak di Jayawijaya di sebut dengan puncak Cartenz yang berada di
ketinggian 4.400 mdpl dan merupakan puncak terendah di pegunungan tersebut.
Keempat puncak lainnya adalah Puncak Mandala
(4.760 mdpl), Puncak Trikora (4.730 mdpl), Puncak Idenberg (4.673 mdpl) dan Puncak Yamin (4.535 mdpl).
Sayangnya, salju yang ada di pegunungan Jayawijaya setiap tahunnya semakin menipis. Bahkan, salju di dua puncak lainnya, Puncak Mandala danTrikora, sudah menghilang sepenuhnya. Puncak Trikora kehilangan saljunya paling pertama yaitu di tahun 1936 dan Puncak Mandala kehilangan saljunya pada tahun 2003. Di perkirakan, Puncak Cartenz akan kehilangan saljunya karena pemanasan global.
Gletser di Daerah Tropis
Karena keberadaan salju abadi di Pegunungan Jayawijaya, di tempat ini juga terdapat satu-satunya gletser di daerah tropis. Gletser sendiri adalah lapisan tebal es yang bertumpuk selama puluhan tahun dan menjadi sumber air tawar bagi daerah di sekitarnya. Sayangnya, keunikan pegunungan Jayawijaya ini terancam keberadaannya karena perubahan iklim dan pemanasan global yang tidak terelakkan.
Memiliki Dua Nama Lain Selain Jaya Wijaya
Sebelum
di kenal sebagai pegunungan Jayawijaya hingga saat ini, pegunungan ini ternyata
pernah menyandang nama lain. Nama yang pertama adalah Cartenz Pyramid atau
Piramida Cartenz. Pemberian nama ini di sesuaikan dengan nama Jan Cartenz,
petualang berkebangsaan Belanda, yang pertama kali menemukan gunung es di
wilayah tropis pada tahun 1623, sebagai sebuah penghormatan.
Pada
masa pembebas Irian dari penjajah, namanya kemudian di ubah menjadi Puncak Soekarno
demi penghormatan kepada presiden pertama Indonesia. Akan tetapi, pada tahun
1960, di masa pergantian orde lama ke orde baru, nama pegunungan tersebut di kembalikan
ke nama semula, yaitu Jayawijaya, yang di kenal hingga saat ini. Keunikan pegunungan
Jayawijaya ini tidak akan di temukan di pegunungan lainnya.
![]() |
Pegunungan Cartenz |
Lokasi PendakianTermahal di Dunia
Mendaki
ke gunung memang butuh persiapan yang matang dan tidak main-main. Banyak sekali
kejadian tak terduga sering terjadi ketika sedang dalam pendakian. Mendaki gunung
yang ketinggiannya 1.000 atau 2.000 mdpl
saja butuh persiapan matang, apalagi yang di daki adalah gunung tertinggi di
Indonesia. Hingga tidak heran jika ada biaya yang terhitung sangat besar hanya untuk
satu kali pendakian kegunung ini.
Dalam
hitungan dolar, biaya pendakian kegunung Jayawijaya berkisar antara $8.000
hingga $11.000. Sedangkan untuk para pendaki dalam negeri menggunakan rupiah,
dengan biaya pendakian mulai dari 30 hingga 80 juta. Biaya yang di keluarkan memang
tergantung jasa siapa yang di gunakan. Namun, adanya penetapan harga ini juga bukan
tanpa alasan dan tergantung jalur yang di gunakan, trekking atau helikopter.
Biaya tidak terduga biasanya berasal dari biaya porter atau tukang angkut barang. Biayanya mulai dari satu hingga sepuluh jutaan. Belum lagi di kali berapa lama perjalanan yang dilakukan hingga titik tertentu porter bisa membantu para pendaki. Meskipun keunikan pegunungan Jayawijaya ini cukup menguras dompet, nyatanya, banyak pendaki, terutama pendaki luar, yang ingin menaklukan gunung tersebut.
Fosil Hewan Laut di Puncak Cartenz
Keunikan
terakhir dari pegunungan ini sepertinya akan membuat Anda terngaga, takjub dengan
apa yang akan Anda lihat. Pasalnya, di puncak pegunungan Jayawijaya,
terutamanya di puncak Cartenz, pendaki bisa menemukan fosil hewan atau makhluk laut
seperti kerang. Sebenarnya keanehan yang unik ini masih bisa di jelaskan secara
ilmiah dan sudah tercatat dalam ilmu geografi.
Sebelum
pegunungan ini muncul, dulunya puncak Jayawijaya merupakan dasar lautan. Akan
tetapi, karena terjadinya perpisahan Papua dan Australia, dasar laut tersebut naik,
terdorong oleh gesekan lempengan bumi, hingga ratusan tahun kemudian membentuk gunung
tertinggi di Indonesia. Keunikan pegunungan Jayawijaya ini memang bisa membuat
siapapun yang mengetahui berdecak kagum dan terpana.
Masih banyak lagi hal-hal menarik dan unik lainnya yang dapat anda jumpai di Papua jadi baca artikel lainnya juga.
Siapkan 15 perlengkapan rekomendasi ini saat berkunjung ke gunung gunung di Papua